Don't Show Again Yes, I would!

Sederet Fasilitas Gua Binuang Sanggulan, Bersiap Jadi Destinasi Wisata Andalan Kukar

Penataan fasilitas di Gua Binuang, destinasi wisata alam yang kini mulai dilirik sebagai magnet wisata desa berbasis konservasi.

TENGGARONG – Upaya serius Pemerintah Desa Sanggulan, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar), dalam mengembangkan potensi wisata lokal mulai menunjukkan hasil nyata.

Salah satu buktinya terlihat dari penataan fasilitas di Gua Binuang, destinasi wisata alam yang kini mulai dilirik sebagai magnet wisata desa berbasis konservasi.

Sejak resmi dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sanggulan pada 2023, Gua Binuang terus mengalami pembenahan, terutama dalam aspek sarana pendukung.

Gazebo untuk istirahat pengunjung, alat keselamatan seperti pelampung, sepatu anti selip, senter, serta toilet umum telah tersedia untuk memastikan kenyamanan dan keamanan selama aktivitas susur gua.

Tahun ini, pemerintah desa juga mengalokasikan anggaran khusus untuk pengadaan helm keselamatan, yang akan menjadi perlengkapan wajib bagi setiap wisatawan yang ingin masuk lebih dalam ke lorong gua.

“Kami terus lengkapi fasilitas secara bertahap. Tahun ini kita anggarkan helm khusus gua agar pengunjung bisa lebih aman saat menjelajah,” ujar Fahruddin, Kepala Desa Sanggulan, Senin (16/6/2025).

Fahruddin menegaskan, seluruh pengembangan dilakukan dengan berbasis kebutuhan lapangan, bukan sekadar proyek fisik tanpa arah.

Pokdarwis didorong aktif menyampaikan usulan melalui forum musyawarah desa (musrenbangdes), sehingga setiap fasilitas yang dibangun benar-benar fungsional dan sesuai kondisi lapangan.

“Setiap tahun kami gelar musrenbang. Pokdarwis kami dorong untuk menyampaikan kebutuhan. Kami hanya akan dukung fasilitas yang memang diperlukan, bukan sekadar bagus dilihat,” katanya.

Peningkatan fasilitas ini juga menjadi bagian dari visi jangka panjang Pemerintah Desa Sanggulan untuk mendorong Gua Binuang sebagai peserta dalam ajang lomba desa wisata, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi.

Menurut Fahruddin, standar minimum fasilitas harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum masuk tahap promosi atau kompetisi.

Karena itu, meski keterbatasan anggaran kerap menjadi tantangan, pihak desa tetap memprioritaskan pembangunan fasilitas secara bertahap, disesuaikan dengan kemampuan dana desa.

Fasilitas lain yang akan dirancang dalam waktu dekat antara lain jalur pendakian aman ke mulut gua, papan informasi edukatif tentang formasi gua, serta pos pengawasan wisatawan.

Semua ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas pengalaman berwisata sekaligus memperkuat aspek keselamatan.

Di luar pembangunan fisik, pengelola juga menyiapkan pelatihan pemandu wisata lokal, terutama dari kalangan pemuda desa.

Dengan demikian, fasilitas yang tersedia tidak hanya lengkap, tetapi juga didukung oleh sumber daya manusia yang terlatih dan ramah terhadap wisatawan.

“Kami ingin wisata ini dikelola dengan standar yang baik, tidak asal-asalan. Fasilitas harus lengkap, pemandu juga harus paham dan siap melayani,” ujar Fahruddin.

Gua Binuang perlahan bertransformasi. Dari gua sunyi yang tersembunyi di balik hutan, kini ia menjadi destinasi yang ditata dengan visi dan keseriusan.

Dengan fasilitas yang terus ditingkatkan, Desa Sanggulan bersiap menyambut lebih banyak wisatawan tanpa mengorbankan kelestarian alamnya. (ADV)

Share: