Don't Show Again Yes, I would!

Pesta Pesisir Nusantara 2025 di Samboja, Simfoni Rakyat Menyambut Harapan

Pesta Laut Pesisir Nusantara 2025 resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono yang mewakili Bupati Kukar Edi Damansyah.

TENGGARONG – Angin laut berembus pelan membawa aroma garam dan harapan. Di bawah langit biru Samboja, ribuan pasang mata menatap ke cakrawala.

Nereka tak sekadar merayakan, mereka bersaksi, bahwa laut bukan hanya hamparan air, tetapi juga sejarah, kehidupan, dan masa depan. Inilah Pesta Laut Pesisir Nusantara 2025, gaung budaya yang menyatukan napas rakyat pesisir dengan denyut maritim Nusantara.

Lapangan Pasar Kuala Samboja berubah menjadi panggung besar tempat rakyat berpesta. Di sanalah jejak nenek moyang yang hidup dari laut dikenang, dan cita-cita generasi mendatang dititipkan.

Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, hadir mewakili Bupati Edi Damansyah, membuka perayaan ini dengan pidato penuh semangat yang membakar jiwa.

“Laut adalah napas kita, urat nadi kehidupan yang tak boleh putus. Tradisi ini bukan sekadar ritual, melainkan penghormatan terhadap warisan leluhur dan pernyataan bahwa kita, bangsa maritim, masih berdiri tegak menatap masa depan,” tegasnya, Jumat (4/4/2025).

Gema doa laut menggema di tengah keramaian. Kapal-kapal dihias indah, mengular di tepian, membawa sesaji sebagai bentuk syukur kepada Sang Pencipta.

Di daratan, gelak tawa dan tepuk tangan mengiringi pertunjukan seni khas pesisir: tari-tarian yang menggambarkan ombak, pantun yang bercerita tentang ikan, dan kuliner laut yang menggoda selera.

Tapi pesta ini bukan sekadar euforia. Di balik gegap gempita, ada pesan kuat yang disampaikan, bahwa laut harus dijaga, bukan dieksploitasi. Bahwa budaya harus dirawat, bukan dilupakan.

“Wilayah pesisir seperti Samboja adalah mutiara yang harus kita poles. Kita jaga kelestariannya, kita dorong kemajuan ekonominya. Bukan hanya untuk kita, tapi untuk anak cucu kita kelak,” ucap Sunggono.

Pesta Laut juga menjadi panggung bagi sektor ekonomi kreatif lokal untuk unjuk gigi. Pameran kriya, kuliner khas laut, dan pertunjukan seni tumbuh dalam satu ekosistem budaya yang hidup.

Sunggono menaruh harapan besar bahwa seni pesisir bukan lagi pelengkap, melainkan motor utama ekonomi kreatif Kukar.

“Mari kita naikkan kelas budaya kita. Seni pesisir harus jadi unggulan. Kuliner, kerajinan, pertunjukan—semua harus bergerak. Ekonomi kreatif ini bisa menjadi ujung tombak kesejahteraan rakyat,” serunya penuh semangat.

Dengan latar ombak yang tak henti menyapa pantai, Pesta Laut Pesisir Nusantara 2025 ditutup dengan dialog hangat, hiburan rakyat, dan kebersamaan yang sulit dilupakan.

Di sinilah tampak bahwa semangat maritim bukan sekadar jargon, melainkan hidup dalam denyut masyarakat pesisir.

“Saya bangga. Luar biasa. Inilah wajah sejati Kukar—rakyat yang cinta budaya, gotong royong, dan semangat menjaga laut sebagai pusaka. Pesta ini bukan hanya milik Samboja, tapi milik kita semua,” tutup Sunggono penuh haru.

Pesta telah usai, namun semangatnya masih bergema. Di Samboja, laut bukan hanya membisikkan cerita, tetapi juga menyanyikan lagu masa depan. Dan rakyatnya, siap menjadikannya simfoni kemajuan yang tak akan pernah padam.

Share: