TENGGARONG – Malam, Jumat (18/4/2025) belum sepenuhnya larut. Jalanan Tenggarong yang biasanya lengang di ujung pekan, malam itu justru berdenyut oleh deru mesin besar.
Di atas motor gede (moge) hitam mengkilap, Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, memimpin rombongan Forkopimda, Bawaslu, KPU, Kesbangpol, dan OPD lainnya.
Mereka rupanya melakukan patroli istimewa—monitoring kesiapan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kukar 2025.
Bukan sekadar formalitas. Monitoring ini adalah bentuk keseriusan Pemkab Kukar untuk memastikan bahwa tak ada celah sedikit pun bagi kekacauan. PSU harus berjalan bersih, aman, dan demokratis.
Misi dimulai dari TPS 01 Desa Teluk Dalam, Tenggarong Seberang. Di tengah sunyi desa, para petugas KPPS menyambut kehadiran para pejabat dengan mata berbinar—seolah mendapat energi tambahan jelang tugas besar esok hari.
Rombongan melaju ke TPS 07 Bukit Biru, kemudian TPS 03 Maluhu, hingga TPS 12 Mangkurawang. Setiap titik disisir dengan seksama.
Mata-mata pengawas tak hanya menatap logistik dan form, tapi juga membaca kesiapan mental para penyelenggara.
Di setiap TPS yang disinggahi, Sekda Kukar bersama Dandim 0906/Kkr, Wakapolres Kukar, serta Kaban Kesbangpol menyerahkan bingkisan semangat kepada para petugas KPPS. Hadiah kecil itu bukan sekadar simbol, melainkan pesan: kalian tidak sendirian.
“Tadi malam, kami bersama jajaran KPU, Bawaslu, dan Forkopimda sudah meninjau sejumlah TPS. Kami ingin pastikan bahwa semuanya benar-benar siap,” ujar Sunggono saat tiba di Posko Bawaslu, titik akhir dari patroli malam penuh makna itu.
Ia menjelaskan, dari hasil pemantauan, seluruh TPS yang dikunjungi telah menerima logistik dengan lengkap dan memahami mekanisme pelaksanaan PSU. Tidak ada kekhawatiran besar—semua terlihat terkendali.
“Saya mendapatkan laporan langsung dari KPPS bahwa mereka paham terhadap semua regulasi. Itu memberi kita harapan kuat bahwa PSU di Kukar akan berjalan dengan lancar, sukses, dan aman,” ucapnya optimistis.
Sunggono juga mengajak seluruh masyarakat Kukar untuk kembali turun gunung. Berdasarkan laporan dari KPPS, partisipasi pada Pilkada sebelumnya mencapai angka tinggi—di atas 70 hingga 80 persen.
“Mari besok kita buktikan kembali. Bahkan, semoga bisa lebih tinggi. Datanglah ke TPS, gunakan hak suara dengan bijak. Pilih pemimpin terbaik untuk Kukar,” ajaknya penuh semangat. (adv)






