Don't Show Again Yes, I would!

Kukar Bergerak Atasi Krisis Air Bersih di Muara Jawa dan Samboja

TENGGARONG – Ribuan warga Muara Jawa, Samboja, dan Samboja Barat telah lama bergulat dengan krisis air bersih.

Kini, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bertekad mengambil langkah besar untuk mengakhiri penderitaan mereka.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menegaskan bahwa tidak ada lagi ruang bagi kelambanan—masyarakat harus segera mendapatkan hak mereka atas air bersih.

Dengan langkah cepat dan tegas, pemerintah melakukan pemetaan kebutuhan air bersih demi memastikan setiap kecamatan memiliki sumber air yang memadai.

Hal ini ditegaskan langsung oleh Wabup Rendi saat turun langsung meninjau lokasi penampungan air bersih di Handil 7, Kelurahan Muara Jawa Tengah, Kecamatan Muara Jawa, belum lama ini.

Di tengah kondisi yang mendesak, Rendi memberikan apresiasi terhadap upaya Perumda Tirta Mahakam dan Dinas Perumahan dan Pemukiman Kukar yang telah membangun fasilitas pengelolaan air bersih berkapasitas 80 liter per detik di wilayah tersebut. Namun, ia tidak menutup mata bahwa situasi ini belumlah sempurna.

“Fasilitas ini adalah awal yang baik, tetapi faktanya masih ada masyarakat yang belum mendapatkan air bersih dengan optimal. Saat ini cakupan baru mencapai sekitar 80 persen, artinya masih ada ribuan warga yang setiap harinya berjuang mendapatkan air bersih,” tegasnya.

Untuk menuntaskan permasalahan ini, Rendi mengumumkan rencana penambahan kapasitas air bersih sebesar 20 liter per detik. Dengan langkah ini, ia memastikan bahwa tidak akan ada lagi warga yang menderita akibat krisis air.

“Kami tidak akan tinggal diam! Ini adalah kebutuhan mendasar yang tidak bisa ditawar. Kami pastikan kebutuhan air bersih warga akan terpenuhi sepenuhnya,” ucapnya dengan penuh keyakinan.

Selain Muara Jawa, Pemkab Kukar juga tidak tinggal diam terhadap krisis yang melanda Kecamatan Samboja dan Samboja Barat.

Langkah pemetaan kebutuhan air bersih kini sedang dikebut guna memastikan setiap kecamatan memiliki sumber air yang stabil dan berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar janji, ini aksi nyata! Kami akan terus mengawal hingga krisis ini benar-benar tuntas,” ujar Rendi dengan nada penuh semangat.

Masyarakat yang sekian lama tercekik akibat keterbatasan air bersih kini mulai memiliki harapan. Salah seorang warga Muara Jawa, Siti Rahma, menyatakan bahwa kondisi ini sudah menjadi beban yang sangat berat, terutama saat musim kemarau.

“Kami sudah terlalu lama hidup dalam kekurangan air bersih. Kami berharap pemerintah tidak hanya berbicara, tetapi benar-benar menuntaskan masalah ini. Air adalah nyawa bagi kami,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Pemkab Kukar menegaskan bahwa melalui pemetaan yang akurat serta peningkatan infrastruktur yang terus digenjot, setiap kecamatan di Kukar akan segera menikmati akses air bersih yang merata. Tidak boleh ada lagi masyarakat yang terpinggirkan dari hak dasar ini.

“Ini baru permulaan. Kami tidak akan berhenti sampai setiap warga Kukar mendapatkan air bersih yang layak. Kukar harus maju, dan itu dimulai dari kebutuhan dasar masyarakatnya,” pungkas Rendi dengan penuh optimisme. (SS)

Share: