JAKARTA — Organisasi Rohani Islam (Rohis) yang tumbuh di sekolah-sekolah adalah sebuah entitas yang sangat penting, sangat menjanjikan, dan menjadi ruang berkhidmat yang luar biasa. Karena di wadah ini siswa-siswi sekolah tersebut akan menjalani proses pembelajaran untuk menemukan versi terbaik dari dirinya.
Hal ini diungkapkan Sekjen Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin saat membuka Kongres perdana Rohis Nasional 2025 yang berlangsung Kongres perdana digelar di Mercure Convention Center, Ancol, Rabu (12/11/2025).
Acara yang diikuti 320 delegasi Rohis dari 34 provinsi ini mengusung tema “Mengawal Calon Pemimpin untuk Indonesia Emas 2045.” Sekjen Kemenag menegaskan peran penting organisasi Rohani Islam (Rohis) sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda yang religius, toleran, dan berjiwa kepemimpinan.
Kamaruddin Amin berpesan agar para siswa Rohis menjadi generasi yang yakin terhadap agamanya namun tetap menghormati keberagaman. Hormati teman-teman Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Khonghucu karena mereka pun memiliki keyakinan yang sama kuatnya terhadap agamanya. Indonesia milik kita bersama, tanpa istilah mayoritas minoritas.
“Jadilah generasi yang yakin terhadap agamanya, tapi juga menghormati keberagaman. Hidup berdampingan, saling menghormati, dan menjaga harmoni,” tuturnya.
Sekjen juga mengapresiasi langkah Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menginisiasi berbagai program inovatif untuk Rohis, termasuk pengukuhan Duta Wakaf Indonesia dari 34 provinsi serta Launching Dana Abadi Pendidikan Agama Islam Berbasis Wakaf di sekolah umum.
Menurutnya, gerakan literasi wakaf di kalangan Rohis merupakan langkah cerdas dalam menanamkan semangat kedermawanan sosial dan kemandirian ekonomi berbasis keagamaan sejak dini.
“Anda semua bisa menjadi wakif, bahkan mulai dari Rp10.000. Wakaf itu abadi dan produktif, bisa menjadi beasiswa, membantu masyarakat miskin, dan menjadi amal jariyah yang tak putus,” ungkapnya.
MoU DAN GOLDEN TICKET KULIAH
Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direktorat Pendidikan Agama Islam, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), dan PP ISNU. Kesepakatan ini mencakup fasilitasi golden ticket masuk UIN/IAIN tanpa tes serta pemberian beasiswa pendidikan bagi siswa Rohis berprestasi.
Direktur Pendidikan Agama Islam Munir menjelaskan bahwa Kongres Rohis Nasional bukan sekadar ajang formal, melainkan hasil seleksi berjenjang dari kabupaten, kota, hingga provinsi.
“Dari proses itu terpilih perwakilan nasional yang akan membentuk Kabinet Rohis Nasional, bukan hanya memilih Ketua Umum, tetapi kami gunakan istilah Presiden Rohis, karena kami yakin, kelak di antara mereka akan lahir Presiden bangsa ini. Struktur organisasi Rohis juga memiliki Wakil Presiden, Sekjen, dan Departemen,” ujar Munir.
Munir juga menambahkan bahwa dalam kongres ini diselenggarakan berbagai kompetisi seperti Grand Ambassador Rohis, cipta single religi, dan sosial media challenge.
Turut hadir dalam acara pembukaan, Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Arskal Salim, Direktur PTKI Sahiron, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al Asyhar, Sekretaris Badan Wakaf Indonesia Anas Nasikhin, dan Bendahara Umum PP ISNU Mubasyier Fatah.(biro hdi/mn)






