Don't Show Again Yes, I would!

Kekerasan Anak Marak di Samarinda, DPRD Minta Pengawasan Panti Asuhan Diperketat

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Herminsyah.

Samarinda – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak di Kota Samarinda menimbulkan keprihatinan mendalam. Tak hanya terjadi di lingkungan keluarga, beberapa kasus bahkan ditemukan di panti asuhan yang seharusnya menjadi tempat perlindungan. Kondisi ini memantik perhatian serius DPRD Samarinda.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Herminsyah, menegaskan bahwa persoalan kekerasan anak tak bisa diselesaikan hanya melalui jalur hukum. Menurutnya, fenomena ini juga mencerminkan lemahnya ketahanan keluarga dan kurangnya pembinaan sosial.

“Kekerasan pada anak bukan hanya masalah hukum, tapi juga terkait ketahanan keluarga. Harus ada pembinaan menyeluruh, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan sosial,” tegas Herminsyah.

Ia menyebut keluarga seharusnya menjadi benteng pertama perlindungan anak. Jika fungsi ini tidak berjalan, maka peran sekolah dan panti asuhan menjadi sangat penting untuk memberikan rasa aman.

DPRD, lanjut Herminsyah, kini mencermati sejumlah kasus kekerasan yang terjadi di panti asuhan di Samarinda. Beberapa kasus sudah diproses secara hukum, sementara sebagian lainnya diselesaikan secara kekeluargaan.

“Panti asuhan seharusnya tempat aman dan nyaman bagi anak, bukan menambah trauma. Ini yang sangat kami soroti,” katanya.

Herminsyah mendorong pemerintah, khususnya Dinas Sosial, untuk memperketat pengawasan serta pembinaan terhadap seluruh panti asuhan. Ia menilai evaluasi rutin diperlukan untuk memastikan standar perlindungan anak benar-benar diterapkan.

“Setiap panti harus dipastikan ramah anak, mulai dari tenaga pengasuh, pengelolaan, hingga lingkungan. Pemerintah harus hadir mengawasi secara serius,” pungkasnya.

Share: