Don't Show Again Yes, I would!

HUT ke-55 Kelurahan Maluhu, Warga Tumpah Ruah Rayakan Kebersamaan Lewat Lomba dan Seni

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, tak hanya menjadi momentum refleksi perjalanan pembangunan, tetapi juga panggung bagi warga untuk berkreasi, berkompetisi, dan mempererat kebersamaan.

TENGGARONG – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, tak hanya menjadi momentum refleksi perjalanan pembangunan, tetapi juga panggung bagi warga untuk berkreasi, berkompetisi, dan mempererat kebersamaan.

Rangkaian lomba yang digelar sejak awal Mei hingga puncak acara pada 22 Mei 2025 disambut antusias oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro, menyampaikan bahwa semangat warga dalam mengikuti lomba-lomba menjadi wujud nyata partisipasi masyarakat dalam memeriahkan ulang tahun kelurahan.

“Lomba-lomba ini bukan sekadar hiburan. Ini cara kita merajut kebersamaan, menjaga semangat sehat dan sportif, serta mendorong kreativitas warga. HUT ini milik semua,” ujarnya, Minggu (11/5/2025) malam.

Salah satu lomba paling meriah adalah pertandingan bola voli antar-RT, yang diikuti tim-tim dari lingkungan RW 1 hingga RW 5. Lapangan olahraga yang menjadi pusat kegiatan warga dipadati penonton setiap sore.

Aksi-aksi gemilang, semangat juang, dan yel-yel khas pendukung RT menciptakan suasana kompetisi yang hidup.

Rizki Maulana (32), warga RW 3 yang juga menjadi kapten tim voli RT-nya, mengungkapkan rasa bangganya bisa ikut tampil.

“Bukan soal menang atau kalah, yang penting kami bisa kumpul, semangat bareng, dan saling dukung. Tiap latihan saja sudah ramai, apalagi saat tanding. HUT ini bikin RT kami makin solid,” ujarnya.

Khusus untuk generasi muda, panitia HUT menyelenggarakan lomba PlayStation yang mempertandingkan game sepak bola populer.

Turnamen ini menjadi magnet anak muda dan mendapat dukungan penuh dari orang tua.
Novianti (40), ibu dua anak yang ikut mendampingi anaknya saat turnamen, menilai kegiatan ini sebagai ruang ekspresi anak-anak.

“Biasanya main game di rumah. Sekarang mereka tanding, belajar disiplin dan sportif juga. Kami orang tua jadi lebih paham dunia mereka,” katanya sambil tersenyum.

Tak kalah menarik, kontes burung berkicau menyedot perhatian komunitas pecinta burung dari Tenggarong dan sekitarnya. Suara merdu burung yang bersahut-sahutan di arena lomba menambah warna dalam rangkaian HUT.

Untuk pecinta hobi outdoor, panitia menghadirkan lomba memancing yang diadakan di sungai kecil sekitar kelurahan. Lomba ini menjadi ajang santai penuh tawa dan kejutan.

Udin (51), warga RW 2 yang keluar sebagai pemenang “ikan terberat”, mengaku terharu bisa menang.

“Niatnya iseng, bawa pancing bekas. Eh, malah dapat lele besar. Ini seru sekali, ketawa bareng, gak ada jarak antara tetangga,” katanya.

Kontes motor modifikasi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan milenial. Deretan motor hasil kreasi peserta dipamerkan di lapangan kelurahan, memukau pengunjung.

Selain lomba, HUT Maluhu juga diramaikan dengan pentas seni budaya dari berbagai paguyuban dan stand UMKM lokal. Panggung tiap malamnya dipenuhi pertunjukan musik tradisional, tari-tarian, dan hiburan rakyat.

“Kita ingin semua unsur masyarakat ikut ambil bagian. Ada lomba, ada seni, ada kuliner. Semua menjadi bagian dari perayaan bersama,” kata Tri Joko.

Tri Joko berharap semangat partisipatif ini dapat terus dipelihara bahkan setelah rangkaian HUT berakhir.

“Kelurahan kita bukan hanya dibangun dengan bangunan dan jalan. Tapi dengan semangat warganya yang aktif, kompak, dan saling mendukung. Itulah makna sejati dari HUT ini,” pungkasnya.

Dengan semarak lomba yang inklusif dan meriah, HUT ke-55 Kelurahan Maluhu menjadi tonggak penguatan karakter masyarakat yang berbudaya, kreatif, dan bersatu dalam keberagaman. (adv)

Share: