TENGGARONG – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berpartisipasi dalam distribusi pangan.
GPM yang berlangsung selama dua hari di halaman Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS), Tenggarong, ini menghadirkan berbagai komoditas dengan harga stabil, termasuk minyak goreng yang menjadi buruan utama masyarakat.
Namun, di balik animo warga yang tinggi terhadap harga murah, GPM juga memberi manfaat bagi pelaku usaha lokal.
Dalam penyelenggaraannya, Pemkab Kukar melibatkan UMKM sebagai mitra dalam distribusi bahan pokok, termasuk beras, gula pasir, telur, dan hasil pertanian lokal lainnya.
“Kami melihat bahwa GPM bukan hanya solusi jangka pendek dalam menghadapi lonjakan harga menjelang Ramadan, tetapi juga bisa menjadi wadah bagi UMKM lokal untuk berkembang. Dengan melibatkan mereka, kita membantu meningkatkan perputaran ekonomi di daerah,” ujar Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, Rabu (12/3/2025).
Salah satu daya tarik utama dalam GPM kali ini adalah harga minyak goreng yang lebih murah dibandingkan harga pasar.
Selain menjadi keuntungan bagi masyarakat umum, hal ini juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kuliner yang sangat bergantung pada minyak goreng sebagai bahan baku.
“Minyak goreng murah ini sangat membantu. Biasanya kalau harga naik, usaha makanan kecil seperti kami ikut tertekan. Dengan adanya GPM, setidaknya kami bisa mendapatkan stok dengan harga lebih terjangkau,” kata Ridho, seorang pedagang gorengan di Tenggarong yang turut memanfaatkan GPM untuk membeli kebutuhan usahanya.
Pemkab Kukar juga menegaskan bahwa stok minyak goreng selama GPM berlangsung dipastikan aman, dengan koordinasi yang ketat bersama distributor dan pelaku usaha lokal.
“Kami memastikan tidak hanya harga yang lebih murah, tetapi juga ketersediaan yang cukup, sehingga tidak ada kelangkaan di masyarakat,” tambah Sunggono.
Melihat dampak positif yang ditimbulkan, Pemkab Kukar berencana menjadikan GPM sebagai program berkelanjutan yang tidak hanya digelar menjelang Ramadan, tetapi juga pada momen-momen strategis lainnya.
Selain membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, GPM juga dipandang sebagai strategi efektif dalam mengendalikan inflasi serta mendukung ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM.
“Ke depan, kami akan terus mengevaluasi pola pelaksanaan GPM agar manfaatnya bisa lebih luas, baik bagi masyarakat umum maupun bagi pelaku usaha lokal,” tutup Sunggono.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah, distributor, dan pelaku usaha lokal, Gerakan Pangan Murah tidak hanya menjadi solusi jangka pendek menghadapi kenaikan harga, tetapi juga berkontribusi dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat Kukar. (adv)






