TENGGARONG – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) meluncurkan langkah konkret untuk menjaga kebersihan lingkungan melalui penerbitan Surat Edaran Pengelolaan Sampah Selama Idulfitri.
Langkah ini tak hanya menjadi instruksi administratif, tapi juga seruan moral dan sosial agar seluruh lapisan masyarakat terlibat dalam gerakan “Idulfitri Hijau.”
Surat Edaran Nomor P-300/DLHK/Bid.2/600.4.15.1/03/2025 yang diteken langsung oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah, menjadi fondasi dalam membangun kesadaran kolektif bahwa merayakan Idulfitri bukan berarti harus menciptakan jejak sampah yang membebani bumi.
“Perayaan hari besar keagamaan seperti Idulfitri harusnya membawa berkah, bukan beban bagi lingkungan. Melalui gerakan ini, kita ingin tunjukkan bahwa masyarakat Kukar bisa menjadi pelopor Lebaran yang bersih dan berbudaya,” ujar Bupati Edi, Sabtu (29/3/2025).
Isi surat edaran tersebut bukan sekadar imbauan normatif, tetapi dirancang sebagai panduan teknis yang bisa langsung diterapkan di lapangan.
Pemkab Kukar meminta para camat, lurah, kepala desa, pengurus masjid, hingga pelaku usaha untuk mengambil peran aktif sebagai penggerak di tingkat lokal.
Beberapa poin kunci dalam edaran tersebut antara lain: Mudik Minim Sampah: Pemudik dihimbau membawa wadah makanan dan minuman yang dapat digunakan ulang, serta menghindari plastik sekali pakai selama perjalanan.
Lebaran Minim Sampah: Penggunaan kemasan sekali pakai saat bersilaturahmi atau menghidangkan makanan di rumah diimbau untuk dikurangi. Alternatif ramah lingkungan seperti daun pisang, besek bambu, atau alat makan dari rumah dipromosikan.
Manajemen Sampah di Masjid dan Lapangan: Panitia salat Idulfitri didorong membentuk tim bersih-bersih yang bertugas menyiapkan tempat sampah terpilah dan memastikan lokasi ibadah tetap bersih sebelum dan sesudah salat.
TPS Tanpa Sampah di Hari Raya: Warga diminta menahan diri tidak membuang sampah ke TPS pada H-1 dan hari H Lebaran, untuk menghindari lonjakan volume sampah yang bisa mengganggu estetika dan kenyamanan lingkungan.
Edukasi Digital dan Aksi Sosial: Gerakan ini turut didukung dengan kampanye daring menggunakan tagar nasional #MudikMinimSampah2025 dan #LebaranMinimSampah. Pemerintah daerah menggandeng komunitas, pelajar, dan influencer lokal untuk memperluas jangkauan pesan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya besar Pemkab Kukar untuk menanamkan perubahan perilaku masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Slamet Hadirahardjo, menyebut bahwa momentum Idulfitri menjadi momen yang tepat untuk menumbuhkan kesadaran ekologis.
“Biasanya, volume sampah meningkat tajam saat Lebaran, terutama dari kemasan makanan dan plastik sekali pakai. Kalau tidak diatur, dampaknya akan terasa sampai berhari-hari. Tahun ini, kita ingin tunjukkan bahwa Lebaran bisa tetap indah, tapi lebih bijak,” ungkapnya.
DLHK Kukar juga menyiapkan posko respons cepat sampah yang akan beroperasi di beberapa titik keramaian selama malam takbiran hingga hari kedua Idulfitri. Tim ini akan bertugas untuk menangani sampah dadakan sekaligus memberikan edukasi kepada warga di lapangan.






