TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) meluncurkan program inovatif bertajuk “Perkakas Diri” atau Perempuan Kepala Keluarga Berkualitas dan Mandiri, sebagai bentuk penguatan terhadap perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.
Program ini digagas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar, melalui inisiatif Kepala Bidang PUG, PP, dan PSDGA, Chalimatus Sa’diah, yang juga peserta Pendidikan Kepemimpinan Administrator (PKA) 2025.
“Program ini lahir dari keresahan sosial atas stigma negatif terhadap perempuan kepala keluarga atau Pekka. Padahal, mereka adalah sosok tangguh yang menggantikan peran penting dalam rumah tangga karena berbagai kondisi seperti perceraian, suami meninggal, sakit, atau bekerja jauh,” jelas Chalimatus saat peluncuran program di Tenggarong, Jumat (1/8/2025).
Melalui Perkakas Diri, DP3A membentuk jejaring kelompok Pekka sebagai wadah berbagi, saling dukung, dan peningkatan kapasitas diri.
Kelompok ini akan mendapatkan pelatihan sesuai potensi masing-masing, dari kuliner, tata rias, hingga kerajinan tangan.
Tak hanya itu, DP3A juga menyiapkan Gerai Berkah Pekka “PIJAR” (Perempuan Inspiratif Jual Asa dan Rasa) sebagai etalase pemasaran produk-produk mereka.
“Pekka bukan hanya soal bertahan, tapi juga tentang berdaya dan bermartabat,” tegasnya.
DP3A mengklasifikasikan Pekka dalam tiga kategori: rentan perkawinan anak, produktif, dan lansia. Fokus pembinaan utama adalah Pekka produktif, sedangkan Pekka lansia diarahkan ke Dinas Sosial.
Peluncuran perdana diikuti 80 peserta dari enam kelurahan di Tenggarong. Program ini akan diperluas hingga wilayah pesisir dan hulu Mahakam. (adv)






