Don't Show Again Yes, I would!

DKP Kukar Permudah Bantuan Nelayan Lewat Kartu Kusuka

Nelayan di Kutai Kartanegara.

Tenggarong – Di tengah riak ombak dan cuaca tak menentu, nelayan di Kutai Kartanegara (Kukar) kini punya harapan baru.

Harapan itu datang dalam bentuk sebuah kartu kecil, namun bermakna besar: Kartu Kusuka, identitas resmi pelaku usaha perikanan yang kini membuka pintu lebih lebar menuju bantuan, pelatihan, dan masa depan yang lebih sejahtera.

Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar, program ini mulai digencarkan agar menjangkau lebih banyak nelayan dan pembudidaya ikan di seluruh pelosok Kukar.

Bukan sekadar formalitas, Kusuka adalah akses langsung ke berbagai fasilitas pemerintah, mulai dari BLT (Bantuan Langsung Tunai) hingga program peningkatan usaha perikanan.

“Kusuka adalah kunci bagi nelayan untuk masuk ke dalam sistem yang memudahkan mereka memperoleh bantuan. Tidak perlu lagi prosedur rumit, semuanya bisa langsung diterima secara digital,” ujar Muslik, Kepala DKP Kukar, Rabu (2/4/2025).

Satu fitur yang paling memikat dari Kusuka adalah integrasi dengan akun virtual. Bantuan langsung bisa dikirim, diterima, dan dicairkan—seperti menggunakan kartu ATM.

Sistem ini menyederhanakan birokrasi dan menempatkan nelayan sebagai aktor utama dalam pengelolaan bantuan.

Tak hanya itu, Kusuka juga menjadi alat vital untuk mendata pelaku usaha perikanan. Dengan data yang akurat, pemerintah bisa merancang program yang benar-benar menyentuh kebutuhan di lapangan.

Dengan menjadi pemegang Kusuka, nelayan juga membuka akses ke pelatihan keterampilan, peningkatan kapasitas, dan peluang pengembangan usaha.

DKP Kukar siap memfasilitasi pelatihan-pelatihan yang membantu nelayan memahami cara budidaya yang efisien, meningkatkan hasil tangkap, dan mengelola usaha lebih profesional.

“Ini bukan cuma soal bantuan. Kami ingin nelayan naik kelas—dari sekadar bertahan hidup, menjadi pelaku usaha tangguh di sektor perikanan,” tegas Muslik.

Untuk bergabung dalam program Kusuka, nelayan cukup membawa fotokopi KTP dan surat keterangan dari desa atau kelurahan. Tanpa biaya, tanpa ribet. Setiap kelompok harus terdiri dari 10–25 orang dengan KTP Kukar.

Langkah ini juga memperkuat ekonomi lokal. Dengan makin banyak nelayan yang terdata dan dibina, potensi sektor perikanan Kukar akan tumbuh secara berkelanjutan.

“Kami ingin nelayan Kukar tak hanya dikenal sebagai penjaga laut, tapi juga sebagai pelaku ekonomi yang berdaya dan mandiri. Kusuka adalah langkah awal menuju masa depan itu,” pungkas Muslik. (adv)

Share: