TENGGARONG – Sebuah danau eks tambang dengan air berwarna biru jernih di Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara (Kukar), mulai menarik perhatian pemerintah setempat sebagai calon destinasi wisata alam baru.
Danau yang terbentuk secara alami dari bekas aktivitas pertambangan ini dinilai memiliki daya tarik visual yang unik dan berpotensi dikembangkan sebagai objek ekowisata ramah lingkungan.
Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli, menyebutkan bahwa danau tersebut bisa menjadi ikon wisata baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
“Airnya bening sekali, seperti laut. Kalau dikelola dengan baik, bekas tambang ini bisa disulap jadi objek ekowisata yang menarik dan tentu saja ramah lingkungan,” ujar Ramli, Minggu (6/7/2025).
Selama ini, Muara Jawa dikenal sebagai wilayah dengan aktivitas pertanian aktif, khususnya padi melalui sejumlah gabungan kelompok tani (gapoktan).
Namun Ramli melihat bahwa ketergantungan terhadap sektor pertanian perlu diimbangi dengan alternatif ekonomi lain yang potensial salah satunya adalah sektor pariwisata berbasis lingkungan.
“Potensi wisata alam di Muara Jawa sebenarnya luar biasa, tapi belum tergarap maksimal. Selama ini hanya ada beberapa kolam renang pribadi, belum ada destinasi wisata umum yang benar-benar dikembangkan,” jelasnya.
Ramli mengungkapkan bahwa pihaknya telah memulai komunikasi informal dengan Dinas Pariwisata Kukar untuk membahas kemungkinan penataan dan pengembangan danau eks tambang tersebut.
“Kami sudah sampaikan ke Dinas Pariwisata secara lisan. Harapannya ada intervensi dari pemkab atau bahkan investor untuk menata kawasan ini menjadi destinasi baru,” ucapnya.
Menurutnya, kawasan danau ini bisa dilengkapi dengan sarana pendukung seperti jalur trekking, spot foto, tempat edukasi lingkungan, hingga area UMKM lokal.
Konsep yang diusung pun akan mengutamakan prinsip keberlanjutan dan pelibatan masyarakat sekitar sebagai pelaku utama pengelolaan wisata.
“Kalau ini dikembangkan, dampaknya besar. Bisa membuka lapangan kerja baru, menggerakkan ekonomi lokal, dan sekaligus mengubah wajah Muara Jawa,” tambah Ramli.
Keberadaan danau eks tambang juga dianggap sebagai solusi cerdas pasca tambang. Alih-alih membiarkan bekas galian tambang terbengkalai, kawasan ini bisa dialihfungsikan secara produktif dan berkelanjutan tanpa merusak ekosistem yang telah terbentuk secara alami.
Ramli optimistis bahwa dengan dukungan dari pemerintah kabupaten dan sinergi masyarakat, kawasan danau eks tambang ini bisa menjadi model sukses pemanfaatan lahan bekas industri menjadi kawasan wisata yang edukatif dan ramah lingkungan.
“Kalau ini bisa dikembangkan dengan baik, bukan hanya ekonomi yang bangkit, tapi juga semangat masyarakat untuk menjaga lingkungan sekitar,” tutupnya.
Dengan potensi dan antusiasme yang mulai tumbuh, Muara Jawa berpeluang besar menambahkan warna baru dalam peta pariwisata Kukar melalui transformasi danau eks tambang menjadi destinasi ekowisata yang menjanjikan. (adv)






