Don't Show Again Yes, I would!

ASN Kukar yang Mudik Dilarang Pakai Mobil Dinas

Ilustrasi- Kendaraan plat merah.

TENGGARONG – Libur Hari Raya Idulfitri sering kali menjadi momen yang ditunggu-tunggu untuk berkumpul bersama keluarga dan beristirahat sejenak dari rutinitas kerja.

Namun, di balik euforia menyambut Lebaran, Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, mengingatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tetap menjaga etika dan tanggung jawab, terutama dalam penggunaan kendaraan dinas milik pemerintah.

Dalam arahannya kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kukar, baik ASN maupun non-ASN, Sunggono menegaskan pentingnya kedisiplinan dalam menjaga aset negara selama libur panjang.

Ia menyampaikan bahwa kendaraan dinas bukanlah fasilitas pribadi, melainkan sarana kerja yang digunakan untuk menunjang tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan publik.

“Kendaraan dinas bukan untuk mudik, bukan pula untuk rekreasi pribadi. Ini aset negara yang harus dijaga, digunakan hanya untuk kepentingan dinas. Kita ingin ASN Kukar menjadi teladan dalam menjaga kepercayaan publik,” tegas Sunggono, Sabtu (29/03/2025) di Tenggarong.

Tegas tapi humanis, itulah pendekatan yang diterapkan Sekda Sunggono dalam menyampaikan pesannya.

Ia memahami semangat Lebaran yang penuh suka cita dan keinginan untuk pulang kampung, namun ia juga menekankan bahwa tanggung jawab sebagai aparatur negara tidak boleh dilupakan, bahkan saat libur.

Menurutnya, kendaraan dinas yang tidak digunakan selama libur sebaiknya diamankan di kantor atau lokasi yang telah ditentukan, dengan memastikan kondisi kendaraan tetap prima dan siap digunakan kembali usai libur.

“Kami tidak ingin ada kendaraan dinas yang ditemukan di luar daerah tanpa surat tugas. Pemkab Kukar akan melakukan pengawasan, dan jika ditemukan pelanggaran, maka sanksi administratif akan diberlakukan. Kita jaga martabat kita sebagai ASN,” katanya.

Imbauan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya birokrasi yang bersih dan akuntabel di Kukar.

Sunggono menegaskan, kepercayaan masyarakat kepada pemerintah bukan hanya dibangun melalui program-program besar, tapi juga melalui hal-hal kecil yang mencerminkan integritas, seperti cara pegawai menggunakan fasilitas negara.

Selain pengawasan terhadap kendaraan, Sunggono juga mendorong setiap OPD untuk membuat daftar inventaris kendaraan yang diserahkan selama libur, guna mempermudah proses pengendalian dan pelaporan.

“Ini bukan soal mencurigai, tapi soal membangun sistem yang tertib dan profesional. Semakin disiplin kita dalam hal kecil, semakin kuat fondasi pelayanan publik yang kita bangun,” tambahnya.

Para pegawai di lingkungan Setkab Kukar pun menyambut baik imbauan tersebut. Banyak di antara mereka menyadari bahwa menjaga aset negara adalah bagian dari amanah profesi sebagai pelayan masyarakat.

“Peringatan seperti ini penting, biar kita tetap ingat tanggung jawab. Libur boleh, tapi jangan lupa etika dan aturan,” kata Ardiansyah, salah satu ASN di Bagian Umum Setkab Kukar.

Dengan tegas dan terukur, Sekda Kukar terus menanamkan nilai-nilai integritas dalam budaya kerja ASN di Kukar. Di tengah suasana Ramadan dan menyambut Lebaran, pesan ini menjadi pengingat bahwa pelayanan publik tidak berhenti hanya karena kalender mencatat hari libur.

Dan ketika semua kembali bekerja usai cuti bersama, kendaraan dinas tetap siap digunakan—bukan karena sekadar aman secara fisik, tapi karena telah dijaga oleh tangan-tangan yang penuh tanggung jawab. (mt)

Share: