Satusuara.co Samboja – Upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap demokrasi daerah terus dilakukan Anggota DPRD Kalimantan Timur H. Muhammad Samsun. Kali ini, ia menyapa warga Kelurahan Sanipah, Kecamatan Samboja, melalui kegiatan Sosialisasi Penguatan Demokrasi Daerah dengan fokus “Pasar dan Dunia Usaha”, yang digelar pada Senin (22/12/2025).
Kegiatan ini menitikberatkan pada peran aktif masyarakat dalam mengawasi dan memberi masukan terhadap kebijakan ekonomi daerah. Warga yang hadir terlibat langsung dalam diskusi, menyampaikan pengalaman mereka sebagai pelaku usaha kecil dan konsumen pasar tradisional.
Muhammad Samsun menyampaikan bahwa demokrasi daerah harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, termasuk dalam sektor perdagangan dan dunia usaha. Ia menilai, pasar bukan hanya tempat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang sosial yang perlu dilindungi melalui kebijakan yang berpihak.
“Ketika masyarakat dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan, maka kebijakan pasar akan lebih tepat sasaran dan tidak merugikan pelaku usaha kecil,” kata Muhammad Samsun dalam pemaparannya.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat untuk menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkelanjutan. Menurutnya, penguatan demokrasi ekonomi dapat menjadi fondasi pertumbuhan daerah yang inklusif.
“Dunia usaha di daerah harus tumbuh bersama rakyat. Demokrasi hadir untuk memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal dalam pembangunan ekonomi,” ujarnya.
Dari sisi masyarakat, kegiatan ini dinilai membuka ruang komunikasi yang selama ini jarang dirasakan. Parjono, warga Sanipah yang sehari-hari berdagang di pasar, menyebut dialog langsung dengan wakil rakyat memberi harapan baru bagi pedagang kecil.
“Kami senang bisa bicara langsung soal kondisi pasar. Biasanya cuma mengeluh sesama pedagang, sekarang bisa disampaikan langsung,” tuturnya.
Selanjutnya, Parjono menilai sosialisasi tersebut membantu masyarakat memahami bahwa demokrasi juga berkaitan dengan keberlangsungan usaha mereka.
“Selama ini kami kira demokrasi hanya soal pemilu. Ternyata kebijakan pasar juga bagian dari demokrasi yang bisa kami kawal,” katanya.(SS)






