Don't Show Again Yes, I would!

500 Titik Lampu Jalan Dipasang Bertahap, Kecamatan Tenggarong Ingin Warga Aman

Pemasangan 500 titik Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang dimulai sejak awal tahun 2025 ini.

TENGGARONG – Upaya meningkatkan kenyamanan dan keamanan warga terus dilakukan Pemerintah Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Salah satu langkah nyata adalah melalui program pemasangan 500 titik Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang dimulai sejak awal tahun 2025 ini.

Program ini ditujukan untuk menjangkau seluruh wilayah kelurahan dan desa yang ada di Kecamatan Tenggarong, terutama kawasan padat penduduk dan daerah yang selama ini belum terjangkau penerangan yang memadai.

Camat Tenggarong, Sukono, menyatakan bahwa proses pemasangan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan kondisi lapangan, ketersediaan tenaga teknis, serta anggaran yang disalurkan secara berkelanjutan.

“Dalam sehari, maksimal kita bisa pasang antara lima hingga sepuluh titik lampu. Progresnya tetap berjalan walaupun bertahap, karena kami ingin semua titik benar-benar difungsikan dengan baik,” ujar Sukono, Kamis (3/7/2025).

Menurutnya, pemasangan LPJU bukan hanya soal pencahayaan, tetapi bagian dari strategi membangun rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, terutama saat beraktivitas di malam hari.

Salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus adalah Rapak Lambur, kawasan padat namun masih minim penerangan.

Banyak warga mengeluhkan kondisi jalan yang gelap, terutama pada malam hari, yang menimbulkan rasa waswas, khususnya bagi pejalan kaki dan pengendara roda dua.

“Saya lihat langsung tadi malam, Rapak Lambur memang gelap sekali. Ini tentu akan kami prioritaskan untuk segera dipasangi lampu. Apalagi daerah tersebut menjadi akses utama warga menuju pusat kota,” kata Sukono.

Selain Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong juga mengidentifikasi beberapa gang kecil, jalan alternatif, dan jalur menuju fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah, sebagai lokasi yang membutuhkan LPJU.

Tak hanya mengandalkan listrik PLN, Pemkab Kukar juga mendukung pengadaan LPJU bertenaga surya atau LBC (Lampu Bertenaga Surya) untuk menjangkau daerah-daerah yang belum memiliki jaringan listrik.

“Kami juga dorong penggunaan lampu tenaga surya di beberapa titik yang belum ada akses listrik, supaya program ini bisa menjangkau lebih luas lagi,” jelas Sukono.

Langkah ini tidak hanya mendukung efisiensi energi, tetapi juga memperkuat komitmen Pemkab dalam pengembangan infrastruktur ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Meski tingkat kriminalitas di Tenggarong relatif rendah, Sukono tetap menekankan pentingnya pencahayaan di area-area rawan dan sepi.

Penerangan, katanya, tidak hanya membuat jalan terlihat jelas, tetapi juga memberi rasa aman dan mengurangi potensi gangguan keamanan.

“Daerah rawan di sini bukan berarti banyak kejahatan, tapi lebih ke area yang sepi dan minim penerangan. Ini penting untuk antisipasi, apalagi bagi warga yang pulang malam atau anak-anak sekolah yang ikut kegiatan hingga malam,” tambahnya.

Melalui program ini, pemerintah kecamatan ingin memastikan akses terhadap fasilitas penerangan jalan tersedia merata, tidak hanya di jantung kota Tenggarong, tetapi hingga pelosok desa.

“Kami tidak ingin hanya pusat kota yang terang. Pemukiman pinggiran dan kampung-kampung juga harus terang. Semua warga berhak mendapatkan fasilitas yang sama,” tegas Sukono.

Pihak kecamatan pun mengaku terbuka menerima laporan dari masyarakat atau RT yang wilayahnya belum mendapat penerangan.

Pengajuan akan diverifikasi dan dipetakan sesuai dengan skala prioritas serta ketersediaan sumber daya.

Dengan target 500 titik lampu di tahun 2025, pemerintah kecamatan berharap seluruh kelurahan dan desa dapat menikmati penerangan jalan yang layak.

Program ini akan terus diperluas dalam tahun-tahun berikutnya untuk menyempurnakan infrastruktur dasar yang dibutuhkan masyarakat.

“Kami ingin ke depan, ketika malam hari, seluruh Tenggarong tetap hidup dan aman. Masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman, perekonomian tetap bergerak, dan interaksi sosial tetap terjaga,” pungkas Sukono. (adv)

Share: