TENGGARONG – Kelurahan Baru mencatatkan prestasi membanggakan sebagai satu-satunya wakil dari Kecamatan Tenggarong yang berhasil menembus 6 besar Lomba Perpustakaan Desa dan Kelurahan Tahun 2025.
Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah kelurahan dalam membangun budaya literasi hingga ke akar masyarakat.
Masuknya Kelurahan Baru ke babak final mengukuhkan posisinya di antara lima desa lainnya yang juga lolos, yaitu Desa Kota Bangun III, Desa Liang Ulu, Desa Liang, Desa Rempanga, dan Desa Ponoragan.
Keenam finalis akan menjalani tahap verifikasi lapangan sebagai penilaian akhir sebelum ditentukan juara lomba perpustakaan tingkat Kukar.
Lurah Baru, Bayu Ramanda, mengaku bangga atas pencapaian ini. Ia menyebut bahwa perpustakaan Kelurahan Baru telah dibangun dan dikembangkan secara konsisten dalam tiga tahun terakhir, bukan semata-mata karena adanya perlombaan.
“Dengan atau tanpa lomba, kami memang sudah komitmen membangun perpustakaan yang aktif dan fungsional bagi masyarakat Kelurahan Baru,” ungkap Bayu, Selasa (17/6/2025).
Lebih dari sekadar ruang baca, perpustakaan ini juga menjadi pusat kegiatan edukatif dan pemberdayaan warga, seperti pelatihan menulis, literasi digital, hingga program baca-tulis untuk kelompok usia lanjut dan ibu rumah tangga.
Bayu juga menyampaikan optimisme timnya dalam menghadapi tahap akhir penilaian. Ia berharap masuknya Kelurahan Baru ke dalam 6 besar bisa menjadi motivasi tambahan untuk menunjukkan kualitas perpustakaan kelurahan di tingkat yang lebih tinggi.
“Kami bersyukur bisa berada di posisi ini. Insyaallah, kami siap bersaing secara sehat untuk membawa hasil yang membanggakan bagi Tenggarong,” imbuhnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kukar, Rinda Desianti, menjelaskan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga strategi dalam memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat penggerak literasi dan inovasi di wilayah desa dan kelurahan.
“Perpustakaan harus menjadi lebih dari sekadar tempat membaca. Ia harus berfungsi sebagai ruang pemberdayaan dan pusat kegiatan masyarakat,” ujar Rinda.
Rinda menambahkan, penilaian akan difokuskan pada fasilitas perpustakaan, pengelolaan kelembagaan, keberagaman program, serta sejauh mana keterlibatan masyarakat dalam aktivitas literasi.
Dengan masuknya Kelurahan Baru ke babak 6 besar, harapan besar disandarkan pada perpustakaan ini untuk mengharumkan nama Kecamatan Tenggarong dan membuktikan bahwa kelurahan pun bisa bersaing dengan desa dalam pengelolaan perpustakaan berbasis masyarakat.
Tahap verifikasi lapangan akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Tim juri akan meninjau langsung kondisi perpustakaan, program-program unggulan, serta inovasi yang dijalankan selama ini.
Kini, Kelurahan Baru bersiap menyambut tim penilai dengan semangat yang sama seperti awal mereka membangun perpustakaan: bukan untuk sekadar menang lomba, tapi untuk menumbuhkan budaya literasi yang hidup dan berkelanjutan di tengah masyarakat. (adv)






