Don't Show Again Yes, I would!

Desa Teluk Dalam Bangun Rumah Singgah 20 Kamar, Dorong PAD dan Pemberdayaan Warga

Kepala Desa Teluk Dalam, Supian.

TENGGARONG – Pemerintah Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus mengupayakan kemandirian ekonomi desa.

Salah satu langkah strategis yang kini tengah disiapkan adalah pembangunan rumah singgah berkapasitas 20 kamar, yang ditargetkan menjadi aset produktif penggerak ekonomi lokal.

Kepala Desa Teluk Dalam, Supian, menjelaskan bahwa rumah singgah tersebut bukan sekadar fasilitas inap, melainkan bagian dari model ekonomi desa yang dirancang untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) dan membuka ruang partisipasi aktif warga.

“Ini bukan bangunan biasa. Kita ingin rumah singgah ini jadi sumber PAD sekaligus wadah pemberdayaan warga,” ujar Supian, Minggu (8/6/2025).

Lokasi pembangunan rumah singgah berada di depan kantor desa, berdekatan dengan rencana pembangunan rumah sakit.

Keberadaannya diyakini akan menjawab kebutuhan tempat inap bagi tamu luar daerah, masyarakat yang mengakses layanan publik, maupun keluarga pasien dari wilayah sekitarnya.

Desain pengelolaan rumah singgah juga sepenuhnya berbasis masyarakat. Pemerintah desa akan melibatkan warga dalam operasional harian—mulai dari tenaga kebersihan, pelayanan tamu, hingga konsumsi.

Selain itu, UMKM lokal akan diberdayakan untuk menyuplai makanan, minuman, hingga produk cenderamata.

“Kita ingin aktivitas ekonomi di dalam rumah singgah ini dirasakan langsung manfaatnya oleh warga,” tambah Supian.

Pembangunan akan dilakukan secara bertahap melalui alokasi Dana Desa, dengan kemungkinan membuka peluang kerja sama investasi dari pihak ketiga yang sejalan dengan prinsip pembangunan berbasis masyarakat.

Supian menegaskan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Pemkab Kukar untuk memastikan aspek legal dan pengelolaan sesuai ketentuan, agar rumah singgah ini benar-benar memberikan dampak luas bagi masyarakat.

“Kalau ini berhasil, bisa jadi contoh bagi desa lain yang ingin membangun PAD mandiri,” ungkapnya.

Supian berharap, ke depan rumah singgah ini tidak hanya menopang keuangan desa, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.

“Target kita jelas, PAD meningkat, pemberdayaan berjalan, dan hasilnya kembali ke rakyat melalui program-program desa,” pungkasnya. (adv)

Share: