Don't Show Again Yes, I would!

DPRD Samarinda Dorong Kepolisian Jadi Pilar Kepercayaan Masyarakat

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari.

Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, mendorong institusi kepolisian untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat kepercayaan masyarakat. Menurutnya, Polri harus tampil sebagai institusi yang terbuka, responsif, dan mampu menjaga marwah hukum dengan pendekatan yang lebih humanis.

Celni menilai bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, dan kepercayaan publik menjadi landasan penting bagi keberhasilan kepolisian dalam menjalankan tugasnya.

“Dukungan masyarakat itu tidak datang begitu saja. Ia lahir dari keteladanan dan integritas. Kalau masih ada oknum yang menyalahgunakan wewenang, itu akan merusak kepercayaan yang sudah dibangun,” kata Celni.

Ia menegaskan, pembenahan internal merupakan pekerjaan rumah yang tidak boleh diabaikan oleh Polri. Evaluasi berkala, peningkatan kompetensi personel, serta kemampuan membaca dinamika sosial menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik.

“Kita ingin polisi yang bisa menjadi mitra, bukan yang ditakuti. Masyarakat perlu merasa aman saat berhadapan dengan aparat, bukan cemas,” ujarnya.

Celni menyampaikan bahwa DPRD Samarinda tetap akan mendukung setiap upaya reformasi internal Polri. Termasuk dalam hal penguatan teknologi informasi dan pembaruan sistem pelayanan agar semakin cepat, transparan, dan akuntabel.

Menurutnya, membangun citra kepolisian yang profesional tidak cukup hanya lewat slogan, melainkan harus dibuktikan lewat tindakan nyata di lapangan.

“Kami percaya banyak personel Polri yang baik dan berdedikasi. Tugas institusinya adalah memastikan mereka diberi ruang berkembang, sementara yang melanggar harus ditindak tegas tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor, termasuk antara Polri, pemerintah daerah, dan legislatif dalam menciptakan suasana kota yang tertib, aman, dan menjunjung keadilan.

“Keamanan bukan hanya soal patroli dan penindakan, tapi juga soal rasa kead

Share: