Samarinda – Kebijakan Pemerintah Kota Samarinda yang menggratiskan Lembar Kerja Siswa (LKS) bagi seluruh peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan mendapat dukungan penuh dari DPRD setempat.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menyebut langkah ini sebagai bukti komitmen Pemkot dalam meningkatkan kualitas dan akses pendidikan bagi seluruh kalangan.
“Ini adalah bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan. Pemberian LKS secara gratis tentu sangat membantu, khususnya bagi keluarga yang kurang mampu,” ujarnya.
Novan menambahkan, pendistribusian bantuan LKS dilakukan berdasarkan data spesifik, yaitu sistem “by name by address”, yang bertujuan memastikan bantuan diterima langsung oleh siswa yang memang terdaftar di sekolah.
“Dengan sistem ini, penyaluran bantuan bisa lebih akurat, tidak tumpang tindih, dan benar-benar sampai ke siswa yang membutuhkan,” tambahnya.
Ia memastikan bahwa anggaran pengadaan LKS ini telah dialokasikan melalui pos belanja rutin sektor pendidikan dalam APBD Samarinda. Anggaran tersebut merupakan bagian dari kewajiban mandatori pendidikan sebesar minimal 20 persen dari total APBD.
“Anggarannya sudah ada, karena memang pendidikan menjadi prioritas dalam kebijakan belanja daerah,” tegasnya
Namun, di tengah pelaksanaan kebijakan positif ini, Novan juga mengingatkan perlunya pengawasan yang ketat agar program tidak disalahgunakan. Ia pun mengusulkan pembentukan satuan tugas (satgas) khusus yang bertugas mengawasi distribusi bantuan pendidikan, termasuk pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
“Kami mendorong agar ada tim pengawas yang bekerja secara mandiri untuk memastikan program berjalan sesuai prosedur dan menghindari potensi kecurangan,” ujarnya.
DPRD terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program pendidikan, baik dari sisi administrasi maupun implementasi di lapangan. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak segan melapor jika menemukan kejanggalan.
Untuk itu, Legislator Golkar itu mengajak para orang tua agar tetap percaya pada seluruh satuan pendidikan di Samarinda, tanpa memandang lokasi sekolah.
“Jangan khawatir jika anak-anak tidak masuk ke sekolah favorit. Semua sekolah telah ditetapkan standar mutunya. Yang penting semangat belajar tetap dijaga,” pungkasnya. (adv)






