TENGGARONG – Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam memeratakan layanan kesehatan di wilayah pedesaan kembali menunjukkan hasil konkret.
Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang, kini memiliki Poliklinik Desa (Polindes) dan Rumah Bidan yang aktif melayani masyarakat, menjawab kebutuhan dasar layanan kesehatan yang selama ini terbatas di desa.
Kepala Desa Loa Lepu, Sumali, mengungkapkan bahwa keberadaan Polindes ini menjadi solusi nyata bagi warganya yang sebelumnya harus menempuh jarak cukup jauh hanya untuk mendapatkan pengobatan ringan atau memeriksakan kehamilan.
“Polindes ini menjawab kebutuhan warga kami. Harapannya, tidak semua keluhan kesehatan harus menumpuk di rumah sakit. Layanan dasar bisa kami tangani langsung di desa,” ujar Sumali, Rabu (28/5/2025).
Polindes Desa Loa Lepu kini beroperasi setiap hari kerja, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WITA.
Tak hanya itu, karena bidan tinggal di lokasi, warga yang mengalami kondisi darurat pada malam hari pun dapat langsung ditangani.
Saat ini terdapat dua bidan dan dua perawat yang melayani kebutuhan medis warga. Ke depan, desa juga berencana menghadirkan dokter umum secara berkala untuk meningkatkan cakupan layanan.
Rohani (36), warga RT 03 yang sedang hamil tujuh bulan, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Polindes.
“Saya tidak perlu lagi ke Puskesmas jauh-jauh cuma untuk periksa kehamilan atau minta vitamin. Di sini sudah lengkap, bidannya juga sabar dan telaten,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa sebelumnya harus mengeluarkan ongkos transportasi puluhan ribu hanya untuk mendapatkan layanan dasar seperti suntikan TT atau kontrol kehamilan. Kini, dengan Polindes di dekat rumah, biaya dan waktu bisa dihemat.
Abdul Hafiz (58), warga lainnya yang rutin memeriksa tekanan darah, menyebut Polindes sebagai fasilitas yang sangat membantu warga lanjut usia.
“Dulu kalau tensi naik, saya nunggu anak pulang kerja buat antar ke Puskesmas. Sekarang jalan kaki lima menit sudah sampai. Petugasnya juga ramah,” katanya.
Langkah penguatan layanan ini juga didukung oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar, yang aktif mengabarkan capaian pembangunan desa melalui media informasi dan dokumentasi.
Menurut tim publikasi Diskominfo, program pelayanan seperti di Loa Lepu harus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain.
“Informasi pembangunan tidak boleh berhenti di lokasi, tapi harus menyebar sebagai energi kolektif perubahan. Pemerintah hadir dan bekerja, itu yang harus sampai ke masyarakat,” ujar perwakilan Diskominfo Kukar.
Dengan beroperasinya Polindes ini, Desa Loa Lepu semakin mempertegas komitmennya dalam membangun dari bawah, berdasarkan kebutuhan riil masyarakat.
Kolaborasi antara desa, tenaga medis, dan instansi terkait menjadi fondasi kuat bagi sistem pelayanan publik yang manusiawi dan responsif. (adv)






