Don't Show Again Yes, I would!

Adnan Faridhan Desak Kajian Ilmiah atas Longsor Terowongan Selili: Jangan Korbankan Nyawa Demi Proyek

Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Adnan Faridhan.

SAMARINDA – Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Adnan Faridhan, angkat suara terkait insiden longsor yang terjadi di Terowongan Selili usai diguyur hujan deas beberapa saat yang lalu. Dirinya mempertanyakan keamanan struktur terowongan yang baru dibangun tersebut, serta meminta pemerintah kota melakukan penelitian komprehensif dan transparan sebelum proyek itu kembali dilanjutkan.

“Terowongan Selili jangan langsung dibilang aman begitu saja. Kami justru melihat respons pemerintah kota kurang maksimal dibandingkan penanganan kasus motor brebet yang sempat ramai sebelumnya,” ujar Adnan Faridhan.

Pria yang karib sapa Adnan inu membandingkan penanganan kasus longsor terowongan dengan respons cepat Wali Kota terhadap isu motor brebet akibat dugaan BBM oplosan, yang kala itu sampai dilakukan pengujian laboratorium.

Menurutnya, wilayah sekitar Terowongan Selili memang sudah lama dikenal sebagai daerah labil dan rawan longsor. Untuk itu, Adnan berharap pendekatan ilmiah juga diterapkan pada insenden sebelumnya.

“Teman-teman masa kecil saya yang tinggal di sana bilang, dari dulu tanahnya memang rawan longsor. Jangan abaikan faktor ini,” tegasnya.

Dalam hal knj, Adnan mendesak pemerintah kota menggandeng tenaga ahli dari universitas-universitas ternama seperti ITB, UGM, UI, bahkan dari luar negeri jika perlu, guna meneliti secara menyeluruh kelayakan terowongan tersebut.

“Kalau ke depan terowongan itu dilalui kendaraan selama 24 jam, akan ada getaran terus-menerus. Apakah yakin tidak akan longsor lagi? Kalau memang mau diteruskan, harus ada jaminan keamanan dari pihak independen yang melakukan penelitian,” katanya.

Adnan menegaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi tidak bisa dijadikan alasan semata sehingga ia pun mengakui bahwa dirinya pribadi merasa takut melewati terowongan tersebut jika nantinya dibuka kembali.

“Jujur saja, kami takut. Ini bukan provokasi, tapi rasa khawatir yang nyata. Nyawa warga jangan sampai jadi taruhan. Hujan deras bisa datang kapan saja. Siapa yang bisa menjamin hal seperti ini tidak terulang?” ujarnya dengan nada prihatin.

Politikus Partai Golkar itu pun menyoroti bahwa besarnya anggaran proyek tidak sebanding dengan risiko keselamatan publik. Ia mempertanyakan apakah ada pihak yang rela mempertaruhkan nyawa demi melanjutkan proyek tersebut.

“Kalau memang hasil kajian menyatakan terowongan itu tidak layak, ya harus legowo dihentikan. Jangan diteruskan hanya karena biaya sudah besar dikeluarkan,” katanya.

Adnan juga membandingkan kondisi tanah di Kalimantan dengan daerah lain seperti Turki yang terowongannya dibangun di atas batuan stabil. Dalam hal ini, ia meminta Pemkot Samarinda lebih terbuka kepada publik dan mengedepankan data ilmiah.

“Tanah di Kalimantan ini gembur dan bergerak. Saya orang tambang, saya tahu persis karakter tanah seperti itu. Jangan sampai proyek ini dilanjutkan hanya karena ambisi politik atau kepentingan tertentu. Mari kita adu data, adu kajian. Keselamatan warga harus jadi prioritas,” demikian Adnan Faridhan. (adv)

Share: