ENGGARONG – Sebuah investasi besar kembali hadir di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menyambut baik kehadiran pabrik bahan peledak milik PT Trifita Deto Muara Badak (TDMB) di Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak.
Pabrik ini tidak hanya memperkuat industri detonator nasional, tetapi juga diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah dengan menyerap hingga 130 tenaga kerja lokal, mayoritas dari Kalimantan Timur.
Sunggono menyampaikan apresiasi mendalam kepada PT TDMB atas kepercayaan yang diberikan kepada Kukar sebagai lokasi investasi.
Ia menekankan bahwa pembangunan pabrik ini menjadi bagian penting dalam rantai industri pertambangan nasional, serta menjadi bukti nyata bahwa investor melihat potensi besar di Kukar.
“Atas nama Pemkab Kukar, kami mengucapkan terima kasih kepada investor yang telah mempercayakan wilayah Muara Badak sebagai bagian penting industri detonator. Investasi yang ditanamkan untuk ini tidak sedikit dan menjadi langkah maju bagi ekonomi daerah,” ujar Sunggono, Sabtu (22/2/2025).
Ia juga menegaskan bahwa Pemkab Kukar siap memberikan dukungan penuh agar investasi ini dapat berjalan dengan lancar.
Selain itu, ia berharap tenaga kerja lokal bisa mengambil peran aktif dalam operasional pabrik, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
“Kami berharap masyarakat mendukung keberadaan pabrik ini agar dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Jika ada kendala investasi di Kukar, laporkan ke saya. Kami siap mendukung agar investasi bisa berjalan lancar,” tambahnya.
Presiden Direktur PT TDMB, Hery Kusnanto, turut memberikan gambaran mengenai skala investasi dan dampaknya bagi industri nasional.
Ia menjelaskan bahwa pabrik ini berdiri di atas lahan seluas 25 hektare dengan area bangunan utama mencakup 5 hektare.
Kehadiran pabrik ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan peledak dan menjadikan sektor pertambangan lebih mandiri.
“Saat ini kebutuhan detonator di Indonesia masih banyak yang diimpor. Dengan adanya pabrik ini, kita bisa memenuhi kebutuhan industri tambang secara lebih mandiri. Kaltim dipilih karena sebagian besar pemakaian ada di sini,” ungkap Kusnanto.
Lebih dari sekadar pabrik, investasi ini juga memberikan efek domino bagi perekonomian lokal. PT TDMB menggandeng pengusaha lokal dalam berbagai layanan pendukung, mulai dari katering, perawatan taman, hingga transportasi.
Dengan total investasi mencapai Rp200 miliar, perusahaan menargetkan operasional pabrik dapat berjalan optimal dengan sinergi dari berbagai pemangku kepentingan.
“Yang sudah kami laporkan itu hampir Rp200 miliar, tapi ini masih berjalan terus, bukan sekadar target, melainkan kebutuhan investasi untuk memastikan operasional yang optimal,” tambahnya.
Dengan semakin berkembangnya industri ini, harapan besar disematkan pada PT TDMB untuk tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga mendukung peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal melalui pelatihan dan sertifikasi.
Pemkab Kukar pun optimis, kehadiran pabrik ini akan menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di sektor industri strategis. (SS)






