Kutai Kartanegara, SatuSuara.co – Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, mengambil langkah konkret dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan program penanaman ratusan bibit pohon di sepanjang bantaran Sungai Loa Ipuh. Langkah strategis ini tidak hanya bertujuan mempercantik kawasan, tetapi juga menjadi tameng alami melawan ancaman abrasi yang semakin mengkhawatirkan.
Lurah Loa Ipuh, Erri Suparjan mengungkapkan, program ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah kelurahan untuk melindungi ekosistem sungai sekaligus memberdayakan masyarakat. Melalui kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara, penanaman ini dirancang sebagai solusi jangka panjang.
“Semua persiapan sudah kami matangkan. Targetnya, akhir tahun ini seluruh bibit pohon bisa tertanam di sepanjang bantaran sungai,” ujar Erri, Selasa (19/11/2024).
Penanaman pohon akan dilakukan di area sepanjang satu kilometer dengan kombinasi pohon berbatang keras dan tanaman buah-buahan. Pemilihan ini bukan tanpa alasan—pohon berbatang keras akan membantu menguatkan tebing sungai, sementara tanaman buah-buahan dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Kami ingin melibatkan warga tidak hanya sebagai pelaksana, tetapi juga sebagai penerima manfaat. Hasil dari tanaman buah-buahan nantinya bisa dikelola bersama, memberikan nilai tambah ekonomi,” tambahnya.
Sungai Loa Ipuh selama ini menghadapi tantangan serius akibat abrasi yang menggerus bantaran dan mengancam keberlangsungan lingkungan. Dengan adanya program ini, kawasan di sekitar sungai diharapkan akan kembali hijau dan terlindungi.
Erri juga menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perlunya menjaga lingkungan. Menurutnya, gerakan ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan seluruh lapisan masyarakat.
Selain melindungi bantaran sungai, program ini juga membawa harapan besar untuk menciptakan kawasan hijau yang dapat dinikmati generasi mendatang. Erri berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh untuk wilayah lain, menginspirasi gerakan serupa yang lebih luas.
“Semoga langkah ini bisa memberikan dampak besar, tidak hanya dalam mencegah abrasi, tetapi juga menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan di hati setiap warga,” tandasnya. (adv)






