Samarinda, Satusuara.co – Wakil Ketua DPRD Kaltim, Seno Aji, menyatakan peran penting Dana Bina Olahraga Nasional (DBON) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dalam pembinaan para atlet di Bumi Mulawarman.
Seno Aji menjelaskan perlunya kepatuhan terhadap peraturan terkait DBON, yang merupakan sumber dana vital dalam pengembangan atlet usia dini dan prestasi junior di berbagai cabang olahraga.
“DBON harus kita sukseskan karena itu perintah undang-undang dan perintah presiden,” kata Seno.
Seno melanjutkan, meskipun dana telah dialokasikan untuk DBON, masih ada kekhawatiran pihaknya tentang pengelolaan keuangan yang tepat. Ia menyebut, terlalu sering anggaran daerah yang seharusnya disalurkan ke DBON tidak digunakan sesuai dengan tujuannya.
Hal ini yang menjadi sorotan oleh Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kaltim. Pembinaan atlet juga dibagi antara DBON dan KONI yang fokus pada atlet senior atau yang berprestasi.
“DBON berbeda dengan KONI. KONI adalah untuk atlet berprestasi, nanti setelah DBON selesai, atlet muda yang berprestasi baru diambil Koni melalui cabang olahraganya,” jelas Politisi asal Partai Gerindra itu.
Untuk diketahui, upaya meningkatkan prestasi olahraga di Kaltim didukung oleh alokasi dana sebesar Rp 32 miliar untuk DBON terhadap 14 cabang olahraga (cabor).
Pentingnya pemahaman peran DBON dan KONI serta pengalokasian anggaran yang sesuai untuk masing-masing lembaga menjadi sorotan dalam diskusi ini.
“Pengelolaan anggaran yang efisien dan sesuai dengan tujuan pembinaan atlet adalah kunci untuk mencapai prestasi olahraga yang lebih baik di masa depan di wilayah ini,” ujar Seno Aji menandaskan. (fa/adv/dprdkaltim)






